SURABAYA — Padel semakin mendapat tempat di tengah masyarakat Kota Surabaya. Pertumbuhan venue dan tingginya jumlah warga yang mulai menggeluti olahraga tersebut menjadi sinyal bahwa padel memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di Kota Pahlawan.
Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, drg. Bisukma Kurniawati, M.Kes., melihat perkembangan tersebut sebagai peluang yang harus diikuti dengan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Kalau melihat antusias masyarakat, venue padel saja sudah mencapai ratusan. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat sangat besar. Karena itu, kami berharap pengurus yang baru dilantik bisa mendorong perkembangan sekaligus prestasi olahraga padel di Surabaya,” kata Bisukma.
Menurut dia, meningkatnya popularitas padel tidak cukup hanya dilihat dari bertambahnya jumlah lapangan. Perkembangan tersebut perlu diarahkan agar mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat bersaing dalam berbagai kejuaraan.
Sejumlah kompetisi yang berlangsung di Surabaya dinilai dapat menjadi ruang bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengasah kemampuan. Salah satunya melalui Surabaya Regional Competition (SRC) yang dapat dijadikan bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Apalagi, Surabaya akan menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2027. Kondisi tersebut membuat persiapan atlet menjadi semakin penting agar mereka mampu memanfaatkan keuntungan tampil di hadapan publik sendiri.
“Ini bisa menjadi ajang pemanasan menuju Porprov 2027. Karena Surabaya menjadi tuan rumah, tentunya kami berharap atlet-atlet Surabaya bisa memberikan performa terbaik,” ujar Bisukma.
Ia berharap cabang olahraga padel nantinya mampu memberikan sumbangsih medali bagi kontingen Surabaya. Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari ambisi Pemkot Surabaya untuk meraih prestasi maksimal pada Porprov mendatang.
“Harapannya tentu bisa menyumbangkan medali emas sebanyak-banyaknya dan membawa Surabaya menjadi juara umum,” imbuhnya.
Tak hanya dari sisi prestasi olahraga, Bisukma menilai perkembangan padel juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Bertambahnya fasilitas olahraga dapat menciptakan kebutuhan tenaga kerja sekaligus menggerakkan sektor pendukung lainnya.
Menurutnya, Surabaya juga memiliki peluang untuk menarik atlet dan komunitas padel dari berbagai daerah melalui penyelenggaraan kompetisi berskala nasional maupun internasional.
“Pertumbuhan ekonomi pasti ikut terdorong karena membuka lapangan pekerjaan yang luas. Wisatawan dan atlet dari luar daerah juga akan datang. Jika ke depan Surabaya bisa menggelar kompetisi tingkat internasional, tentu perputaran ekonomi akan semakin besar,” jelasnya.
Bisukma menegaskan Pemkot Surabaya terbuka terhadap perkembangan olahraga padel dan peluang penyelenggaraan berbagai kejuaraan. Ia berharap pertumbuhan komunitas, fasilitas, kompetisi, dan pembinaan atlet dapat berjalan beriringan.
“Surabaya siap dan harus siap,” pungkasnya.

















