SURABAYA — Musyawarah Kota (Muskot) Savate Kota Surabaya berlangsung lancar dan tertib. Forum tersebut menetapkan Cholid Ibrahim sebagai Ketua Umum Savate Kota Surabaya secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya calon yang diajukan dalam proses pemilihan.
Ketua Harian Pengkot Savate Surabaya, Priantoko Sulistiawan, mengatakan pelaksanaan Muskot berjalan dalam suasana guyub. Menurutnya, sejak awal kepengurusan Savate Surabaya ingin membangun semangat kebersamaan dengan menempatkan seluruh insan olahraga sebagai bagian dari keluarga.
“Puji Tuhan hari ini berjalan dengan lancar dan tertib, juga dengan suasana yang luar biasa, guyub. Jadi kita ini memang dari awal mengawali bahwa di dalam olahraga kita ini adalah teman,” ujar Priantoko.
Ia menjelaskan, Muskot diikuti lima camp yang tercatat dalam daftar hadir. Seluruh perwakilan tersebut tetap aktif mengikuti rangkaian forum hingga selesai.
“Lima camp yang hadir, sesuai di daftar hadir, lima-limanya hingga selesai tetap aktif. Jadi, 100 persen sudah memenuhi kuota forum,” katanya.
Dalam proses pemilihan ketua, hanya nama Cholid Ibrahim yang tercantum sebagai calon Ketua Umum Savate Kota Surabaya. Karena tidak terdapat calon lain, forum kemudian menetapkan Cholid secara aklamasi.
“Yang mencalonkan menjadi ketua Savate Surabaya itu hanya atas nama Mas Cholid Ibrahim dan tidak ada calon lainnya. Sesuai berita acara, maka langsung ditentukan secara aklamasi bahwa Ketua Umum Savate Kota Surabaya adalah Pak Cholid Ibrahim,” jelas Priantoko.
Target Sumbang Emas untuk Surabaya
Priantoko menilai Savate memiliki karakter yang kuat sebagai olahraga bela diri. Olahraga yang berasal dari Prancis tersebut dikenal sebagai salah satu combat sport yang menjunjung nilai sportivitas dan sikap gentleman.
Karakter tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembinaan atlet Savate Surabaya. Para atlet tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan bertanding, tetapi juga mempunyai mental, disiplin, dan sikap sportif.
“Savate ini adalah olahraga kalau di Prancis itu olahraga gentleman. Berarti secara tidak langsung visi-misinya nanti atlet-atlet yang akan kita bimbing dan latih akan menjadi gentleman atau gentlewoman-nya petarung-petarung di Surabaya,” tuturnya.
Savate Surabaya juga menargetkan bisa memberikan kontribusi bagi prestasi olahraga Kota Surabaya, khususnya dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.
Priantoko berharap para atlet Savate nantinya mampu membantu mewujudkan target KONI Surabaya yang membidik 250 medali emas.
“Kita berharap kita bisa ikut membantu menyumbang target dari KONI Surabaya 250 emas pada Porprov nanti. Kita berusaha maksimal, semampu kita, sekuatnya kita, hasilnya kita serahkan pada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Buka Kesempatan bagi Atlet Muda Surabaya
Sebagai cabang olahraga yang relatif baru di Surabaya, Savate menghadapi tantangan dalam memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat. Karena itu, Pengkot Savate Surabaya akan melakukan pembinaan secara bertahap sembari menjaring atlet-atlet potensial.
Priantoko mengatakan pihaknya saat ini membuka kesempatan bagi putra-putri Surabaya yang memiliki minat dan kemampuan di bidang olahraga bela diri untuk bergabung dan mengikuti latihan.
“Kita akan memulai dari perlahan tapi pasti. Saat ini kami sedang mencari para putra-putri yang tertarik untuk menjadi atlet Savate Kota Surabaya. Silakan datang ke kita, berlatih sama kita,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya para fighter dan pencinta olahraga combat, untuk tidak ragu mencoba Savate. Menurutnya, bisa saja olahraga bela diri yang baru berkembang di Surabaya tersebut menjadi wadah bagi seseorang untuk menemukan potensi terbaiknya.
“Ayo Rek, sekarang di Surabaya ada cabor baru namanya Savate Surabaya. Sebuah olahraga combat yang berasal dari Prancis. Masa kalian enggak penasaran? Enggak pengin belajar? Siapa tahu ternyata kalian mempunyai bakat di cabor yang baru ini. Gas,” ajaknya.
Ke depan, Savate Surabaya tidak hanya membidik prestasi di tingkat kota. Priantoko berharap pembinaan yang dilakukan mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang dapat menjadi andalan Jawa Timur.
“Siapa sih yang enggak pengin Savate Kota Surabaya bisa nanti menjadi andalannya Provinsi Jawa Timur. Itu harapan kita. Dari situ atlet-atlet Surabaya bisa menjadi andalan-andalan Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Cholid Ibrahim, Savate Surabaya diharapkan mampu memperkuat pembinaan, memperluas pengenalan olahraga bela diri asal Prancis tersebut, sekaligus mempersiapkan atlet potensial untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov Jawa Timur.

















