JAKARTA – Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 yang digelar Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi momentum untuk menguatkan kembali peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
Acara tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, serta ribuan insan koperasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam membangun kekuatan ekonomi rakyat. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal utama agar koperasi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang besar.
“Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, Saudara-Saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia,” ujar Presiden.
Ketua Umum DEKOPIN Bambang Haryadi mengatakan kehadiran Presiden dalam peringatan Harkopnas menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Ia menilai, dalam beberapa dekade terakhir koperasi belum memperoleh perhatian yang optimal sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Namun, kondisi tersebut mulai berubah dengan masuknya penguatan koperasi sebagai salah satu program prioritas pemerintah.

Bambang juga menepis anggapan bahwa koperasi merupakan model usaha yang telah usang. Menurutnya, banyak lembaga dan organisasi besar dunia yang menerapkan prinsip-prinsip koperasi secara modern.
Ia mencontohkan sejumlah klub sepak bola Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen, serta Rabobank di Belanda yang berkembang melalui sistem koperasi.
“Kami sangat meyakini koperasi akan bangkit kembali memimpin pasar di era kepemimpinan Bapak Presiden,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DEKOPIN sekaligus Ketua Pelaksana Harkopnas ke-79, Gilang Widya, menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan acara tidak terlepas dari kolaborasi antara DEKOPIN dengan Kementerian Koperasi serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Gilang, regenerasi menjadi salah satu fokus utama organisasi. DEKOPIN berupaya menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z, melalui pengembangan koperasi yang berbasis teknologi digital dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran booth Koperasi Gen Z yang menampilkan berbagai inovasi bisnis digital hasil karya anak muda. Langkah ini diharapkan mampu mengubah pandangan bahwa koperasi merupakan wadah usaha yang modern, inovatif, dan memiliki daya saing global.
Gilang juga mengapresiasi dukungan berbagai BUMN, di antaranya Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BSI, PLN, Pertamina, Pupuk Indonesia, MIND ID, dan ANTAM yang turut berpartisipasi dalam rangkaian Harkopnas.
Menurutnya, sinergi antara gerakan koperasi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi nasional.
DEKOPIN pun optimistis momentum Harkopnas ke-79 akan semakin memperkuat gerakan koperasi, terlebih dengan rencana hadirnya Undang-Undang Perkoperasian yang baru sebagai pengganti UU Nomor 25 Tahun 1992. Regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus mendorong koperasi berkembang lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

















