NEWSSTAND.ID – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) Koordinator Daerah (Korda) Lamongan.
Organisasi alumni ini menyalurkan 100 paket sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Kepudibener, Kecamatan Turi, Lamongan, Sabtu (7/3).
Aksi sosial tersebut dipimpin langsung Ketua Kauje Korda Lamongan, Munif Syarif, bersama sejumlah anggota.
Mereka mendatangi rumah-rumah warga untuk menyerahkan bantuan secara langsung agar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan sosial ini berlangsung penuh kehangatan. Warga yang selama beberapa waktu terakhir menghadapi dampak banjir menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur.
Senyum dan ucapan terima kasih mengiringi setiap paket sembako yang diserahkan.
Kepala Desa Kepudibener, Solikin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para alumni Universitas Jember terhadap warganya yang tengah menghadapi masa sulit akibat banjir.
“Terima kasih kepada Kauje Lamongan. Warga kami sangat terbantu dan merasa diperhatikan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Solikin.
Ribuan Rumah Terdampak Banjir di Lamongan
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan dalam beberapa waktu terakhir cukup berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rendah dan dekat aliran sungai.
Data terbaru menunjukkan banjir akibat luapan Bengawan Jero berdampak luas. Tercatat sekitar 4.986 rumah terendam dan lebih dari 20.850 jiwa terdampak di sejumlah kecamatan.
Tidak hanya permukiman warga, sekitar 7.125 hektare tambak juga ikut terendam air.
Di Kecamatan Turi sendiri, beberapa desa, termasuk Desa Kepudibener, turut terdampak genangan air akibat curah hujan tinggi dan meluapnya aliran sungai.
Banjir bahkan sempat menggenangi jalan desa serta lingkungan permukiman warga sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Ramadan Jadi Momentum Berbagi
Ketua Kauje Korda Lamongan, Munif Syarif, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni Universitas Jember terhadap masyarakat sekitar, khususnya mereka yang sedang tertimpa musibah.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial dan menebar manfaat bagi sesama.
“Kegiatan sosial seperti ini rutin kami gelar sebagai bentuk sumbangsih untuk daerah tercinta.
Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujar Munif.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Lamongan itu menambahkan bahwa kegiatan sosial Kauje Lamongan tidak berhenti sampai di situ.
“Mingggu (8/3) kami juga akan menggelar kegiatan berbagi takjil, dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai bentuk keguyuban alumni,” tuturnya.
Perkuat Solidaritas Sosial
Dalam kegiatan tersebut, para anggota Kauje terlihat berkeliling dari rumah ke rumah warga sambil menyerahkan paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya.
Selain memberikan bantuan, para alumni juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi mereka setelah banjir.
Interaksi tersebut menambah kehangatan suasana sekaligus memperkuat hubungan sosial antara komunitas alumni dan masyarakat.
Bagi warga Desa Kepudibener, bantuan ini bukan sekadar paket sembako, tetapi juga bentuk perhatian yang memberikan semangat di tengah ujian bencana.
“Yang paling penting bagi kami adalah rasa kebersamaan. Saat ada yang peduli seperti ini, kami merasa tidak sendirian menghadapi musibah,” ujar salah satu warga penerima bantuan.
Aksi sosial Kauje Lamongan ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas alumni dapat berperan aktif membantu masyarakat.
Di tengah tantangan bencana dan kesulitan ekonomi, kepedulian sosial menjadi kekuatan penting untuk menjaga solidaritas dan harapan.
Ramadan pun menjadi momentum terbaik untuk meneguhkan nilai kemanusiaan: bahwa berbagi, sekecil apa pun, mampu menghadirkan kebahagiaan serta menguatkan semangat masyarakat untuk bangkit.(sol)

















