Kudus – Tim wushu Jawa Timur berhasil memenuhi target delapan medali emas pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang berlangsung di GOR Kaliputu, Kudus.
Pada pertandingan Sabtu (2/10/2025), kontingen Jatim menambah dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu, sehingga total raihan emas mencapai delapan keping. Sehari sebelumnya, Jatim sudah mengoleksi enam emas dari delapan nomor yang dipertandingkan.
Dua emas terbaru disumbangkan oleh Jennifer Tjahyadi di nomor jianshu putri dan M. Daffa Golden Boy di nomor jianshu putra. Medali perak diraih Aqila Ghaida dari nandao putri, sedangkan Almira Defita menyumbang perunggu di nomor yang sama.
Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jawa Timur, M. Ali Affandi, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para atlet serta dukungan dari pelatih, official, dan KONI Jatim.
“Kami menargetkan delapan emas dan alhamdulillah target itu tercapai. Besok masih ada lima nomor taolu yang berpeluang menambah emas,” ujar Andi usai mendampingi para atlet.
Andi menegaskan bahwa pihaknya tidak membebani atlet dengan target berlebihan. Ia lebih menekankan agar para atlet dapat tampil lepas dan menikmati pertandingan.
“Saya selalu berpesan agar mereka bermain santai dan fokus. Jangan sampai target justru menjadi tekanan. Yang penting tampil maksimal dan memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum positif bagi pengembangan wushu di Jawa Timur. Andi optimistis masih banyak bibit muda potensial yang dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Jennifer Tjahyadi mengungkapkan bahwa kekompakan tim dan dukungan penuh official menjadi kunci keberhasilannya meraih medali emas, meski sempat mengalami kendala kesehatan menjelang pertandingan.
“Kunci kemenangan menurut saya adalah kerja sama semua pihak — mulai dari KONI, Pak Andi, pelatih, hingga teman-teman yang saling mendukung,” tutur Jennifer.
Dengan tambahan dua emas ini, Jennifer semakin termotivasi untuk kembali naik podium di nomor daoshu putri. Selain nomor taolu, Jawa Timur masih berpeluang menambah medali dari kategori sanda yang masih berlangsung.

















