SURABAYA – Upaya meningkatkan prestasi olahraga tidak hanya bergantung pada program latihan dan kualitas pelatih. Dukungan layanan kesehatan yang memadai juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi atlet tetap prima.
Atas dasar itu, KONI Jawa Timur menjalin kerja sama dengan RS PHC Surabaya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pelayanan Kesehatan Rujukan yang digelar di Surabaya, Jumat (25/9/2026).
Perjanjian tersebut ditandatangani Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil bersama Direktur Operasional RS PHC Surabaya dr. Ikawati dan akan berlaku selama dua tahun, mulai 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2028.
Melalui kerja sama ini, atlet dan pelatih KONI Jawa Timur yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat memperoleh layanan kesehatan rujukan di RS PHC Surabaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Berbagai fasilitas disiapkan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat jalan, rawat inap, pemeriksaan laboratorium, radiologi, pelayanan obat-obatan, hingga tindakan One Day Care (ODC) dan One Day Surgery (ODS).
Tak hanya layanan medis umum, RS PHC Surabaya juga menyediakan Sport and Wellness Clinic yang fokus pada pencegahan cedera, penanganan cedera olahraga, rehabilitasi fisik, serta peningkatan kebugaran dan performa atlet.
Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengatakan, kesehatan atlet merupakan fondasi penting dalam pembinaan olahraga prestasi.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya KONI Jawa Timur memperkuat dukungan terhadap atlet dan pelatih. Aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga prestasi, sehingga kami membutuhkan dukungan fasilitas dan layanan kesehatan yang dapat menunjang kebutuhan atlet, termasuk dalam penanganan dan pencegahan cedera,” ujarnya.
Selain pelayanan rujukan, RS PHC Surabaya juga akan mendukung kegiatan olahraga yang digelar cabang olahraga anggota KONI Jawa Timur dengan menyediakan tim medis secara gratis sesuai koordinasi sebelumnya.
Kerja sama ini juga mencakup edukasi kesehatan secara berkala dan program mini medical check bagi pengurus serta staf KONI Jawa Timur.
Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem pembinaan olahraga di Jawa Timur, karena kesehatan atlet tidak hanya berkaitan dengan pengobatan saat cedera, tetapi juga pencegahan, pemulihan, dan pemeliharaan kebugaran secara berkelanjutan.

















