Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timu,r Aries Agung Paewai, memaparkan strategi penguatan prestasi pendidikan untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian Jawa Timur pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Nasional. Strategi tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan dan koordinasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Timur.
Dalam paparannya, Kadisdik Jatim menegaskan bahwa target Jawa Timur tidak hanya menjadi juara di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing pada standar kompetisi internasional. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi yang unggul dan berdaya saing global.
Mengusung tema “Langkah Strategis Menuju Juara Umum Ke-4”, Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk mendukung kesiapan peserta LKS. Beberapa strategi yang dipaparkan antara lain pembentukan war room LKS Jawa Timur untuk memantau seluruh bidang lomba secara intensif, penerapan latihan berbasis standar nasional dan standar WorldSkills, simulasi kompetisi minimal tiga kali sebelum pelaksanaan lomba, serta pelibatan dunia industri sebagai mitra pelatihan.
Selain itu, analisis kompetitor dan evaluasi berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan peserta. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mental, teknis, dan kompetensi siswa saat menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Kadis Aries menekankan pentingnya membangun pola pikir peserta didik agar memiliki standar pencapaian yang lebih tinggi dari sekadar target nasional.
“Saya berharap tujuan utama mereka bukan hanya LKS nasional. Lebih dari itu yaitu setara dengan WorldSkills. Jika peserta didik mempunyai mindset bahwa mereka berhadapan dengan sekelas LKS nasional maka patokannya hanya sebatas nasional. Tetapi jika patokannya WorldSkills, otomatis LKS nasional pun juga akan terlampaui,” ujar pria berdarah Makassar ini.
Menurutnya, peningkatan prestasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga oleh mental juara, disiplin latihan, serta kolaborasi yang kuat antara sekolah, guru pembimbing, pemerintah, dan dunia usaha maupun dunia industri.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen pendidikan di Jawa Timur untuk menyatukan visi dalam meningkatkan kualitas lulusan pendidikan menengah, khususnya sekolah kejuruan. Terlihat dalam pertemuan tersebut hadir berbagai perwakilan satuan pendidikan, organisasi profesi, dan mitra strategis yang mendukung pengembangan pendidikan vokasi.
Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi dengan prestasi kuat dalam ajang LKS Nasional. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan strategi yang terukur menjadi kunci untuk mempertahankan dominasi sekaligus mewujudkan target meraih Juara Umum LKS Dikmen Nasional ke-4.
Melalui berbagai program pembinaan yang berorientasi pada standar global, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur optimistis mampu mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga siap berkompetisi di kancah internasional. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Jawa Timur dalam menciptakan generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.

















