NEWSSTAND.ID – Upaya pemulihan pasca banjir bandang di Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan terus dilakukan. Setelah jembatan darurat sebelumnya hanyut terseret arus, warga bersama TNI–Polri dan pihak terkait kembali membangun jembatan penghubung antara Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan menggunakan material kayu besar yang terbawa banjir.
Kayu-kayu gelondongan yang hanyut dan tersangkut di sekitar sungai dimanfaatkan sebagai bahan utama pembangunan jembatan akses tersebut. Dua alat berat diterjunkan untuk membantu pemasangan kembali struktur kayu, mengingat derasnya arus sungai yang beberapa kali kembali meningkat akibat hujan deras. Jembatan darurat sebelumnya roboh ketika debit air tiba-tiba naik, menyebabkan kayu-kayu penopangnya terseret kembali oleh arus banjir.
Akibat putusnya jembatan, warga yang tinggal di posko pengungsian terpaksa mencari lokasi yang lebih aman. Banjir yang terus meluap membuat tenda-tenda relawan harus dipindahkan. Warga pun kembali menggunakan perahu karet untuk menyeberang, meski arus kuat membuat upaya itu sangat berisiko. Perahu karet diikat tali agar tidak terbawa arus saat digunakan untuk mengangkut warga melintasi sungai.
Di sisi lain, warga yang kehilangan rumah, sawah, serta fasilitas umum kini harus memulai segalanya dari awal. Selain jembatan, hunian sementara atau huntara dibangun secara swadaya oleh warga bersama bantuan TNI–Polri. Material utamanya adalah kayu hanyut yang dipotong menjadi kaso dan papan, kemudian digunakan sebagai fondasi hunian. Sebanyak lima unit huntara telah mulai didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Langkah ini dilakukan sambil menunggu bantuan resmi dari pemerintah, agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
Melalui laporan jurnalis di lapangan, disebutkan bahwa pemasangan jembatan sementara kembali dilakukan dengan metode kerja cepat. Kayu-kayu pentulang dipasang dengan bantuan alat berat dalam waktu singkat, meski kondisi arus masih kuat dan jalur rekayasa jalan belum dapat digunakan sepenuhnya. Meski demikian, warga Garoga tampak lega melihat akses penghubung kembali terpasang, mengingat konektivitas antara dusun dan kampung terdekat sangat penting bagi aktivitas mereka.
Di tengah berbagai upaya pemulihan yang dilakukan, warga Tapanuli Selatan berharap bahwa pembangunan jembatan dan hunian sementara ini bukan sekadar respons cepat, tetapi menjadi langkah awal pemulihan jangka panjang yang dapat mengembalikan rasa aman serta meningkatkan kesiapsiagaan di daerah rawan bencana tersebut.

















