SURABAYA – Games of Society kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem futsal usia muda melalui penyelenggaraan Wondr Futsal Series 2026. Kompetisi yang menyasar kalangan pelajar ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus membangun karakter generasi muda di berbagai daerah di Indonesia.
CEO Games of Society, Novel Leonardo, mengatakan perjalanan Games of Society sejak berdiri pada 2022 tidak lepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, salah satu mitra strategis yang berperan besar adalah Wondr by BNI, yang kembali menjadi Naming Rights Partner Official selama tiga tahun berturut-turut.
“Pada tahun 2022, Games of Society berdiri. Hingga hari ini, kami ada di titik ini sudah pasti datang dari kontribusi banyaknya stakeholders. Salah satu yang paling signifikan adalah wondr by BNI dengan kepercayaan yang luar biasa dari tahun 2024, 2025, hingga 2026 tahun ini menjadi Naming Rights Partner Official Futsal Series,” ujar Novel.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Futsal Series membawa misi untuk menghadirkan dampak positif bagi generasi muda melalui olahraga. Kini, kompetisi tersebut telah hadir di sekitar 40 kota yang tersebar dari Aceh hingga Papua dengan sistem pengelolaan yang mengedepankan profesionalisme.
Novel juga menegaskan bahwa pengembangan kompetisi dilakukan secara mandiri tanpa bergantung pada pendanaan pemerintah. Seluruh operasional, kata dia, ditopang melalui skema komersialisasi yang sehat, mulai dari kerja sama sponsor, penjualan tiket, hingga berbagai bentuk monetisasi lainnya.
“Saya dengan bangga mau mengatakan langsung di depan media: hingga detik ini, kami belum pernah menerima dana sepersen pun dari pemerintahan atau negara. Kami murni melakukan komersialisasi dari sponsorship, ticketing offline, dan juga monetisasi privat lainnya,” tegasnya.
Menurut Novel, model pengelolaan tersebut telah menghasilkan dampak yang cukup besar terhadap perkembangan komunitas futsal pelajar. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, kompetisi ini berhasil menarik 765.000 penonton secara langsung di berbagai kota, sekaligus memperluas interaksi melalui pemanfaatan platform digital.
“Kami yakin nilai yang kami bangun di komunitas sekolah, komunitas para pelajar, dan komunitas anak muda tidak cuma memberikan benefit kepada stakeholders anak muda secara langsung. Di tahun lalu, kami dipercaya oleh 765.000 penonton offline yang langsung datang ke stadion,” katanya.
Lebih lanjut, Novel menuturkan bahwa wondr Futsal Series tidak hanya berorientasi pada pertandingan antartim, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi para pelajar. Program tersebut melibatkan berbagai elemen pendukung, mulai dari orang tua, guru, kepala sekolah, hingga komunitas, untuk menciptakan lingkungan yang mampu mendukung perkembangan atlet muda secara menyeluruh.
“Futsal Series atau wondr Futsal Series bukan cuma sekadar event organizer tim A melawan tim B. Kami punya banyak narasi dan nilai yang kami bangun: bagaimana peran orang tua, teman-teman, kepala sekolah, dan guru, serta peran stakeholders lainnya di dalam ekosistem kami. Karena anak muda adalah masa depan bangsa,” pungkasnya.

















