NEWSSTAND.ID – Kisah sukses Febriyan Irvannaldy menjadi bukti bahwa kerja keras dan keberanian mengambil risiko dapat mengubah nasib seseorang.
Berangkat dari keluarga sederhana di Surabaya, Febri kini menjelma sebagai pemilik klub bulu tangkis besar di Amerika Serikat (AS), Bay Badminton Club (BBC).
Perjalanan hidup Febri tidaklah mudah. Saat pertama kali tiba di AS pada 2018, ia hanya bermodal nekat.
Kondisinya saat itu bahkan cukup memprihatinkan setelah seluruh tabungan hasil empat tahun merantau di Kanada habis karena persoalan yang tidak ia ungkapkan secara rinci.
Febri bukan sosok biasa. Ia merupakan mantan pebulu tangkis nasional yang pernah ditempa di Pelatnas Cipayung, pusat pelatihan atlet elite Indonesia.
“Saya ke Kanada diajak Mas Jeffer Rosobin. Di sana saya bermain sekaligus melatih,” ujar Febri saat dihubungi dari San Francisco, Jumat siang WIB (27/3).
Selama di Kanada, Febri sempat mencatat sejumlah prestasi di berbagai turnamen. Namun, perjalanan kariernya sempat terhenti akibat masalah finansial yang menguras seluruh tabungannya.
Bangkit di Amerika Serikat
Titik balik kehidupan Febri datang saat seorang mantan pebulu tangkis Indonesia di Amerika Serikat mengetahui kondisinya.
Ia kemudian diajak bergabung dengan Bay Badminton Center (BBC), salah satu klub bulu tangkis ternama di Negeri Paman Sam.
Di klub tersebut, Febri kembali menjalani peran ganda sebagai atlet sekaligus pelatih.
“Awalnya sama seperti di Kanada. Saya bertanding dan juga melatih. Saya juga sempat menjuarai turnamen seperti Boston Open,” ungkap pria asal Petemon, Surabaya ini.
Seiring bertambahnya usia, Febri mulai fokus pada dunia kepelatihan. Keputusan tersebut terbukti tepat.
Ia berhasil mencetak atlet-atlet berprestasi, bahkan beberapa di antaranya sukses menembus level tertinggi.
“Ada anak didik saya yang menjadi juara nasional di Amerika. Bahkan ada yang tampil Olimpiade Paris 2024,” jelasnya.
Jadi Pemilik Klub Bulu Tangkis
Kepercayaan besar dari pemilik klub menjadi momen penting dalam karier Febri. Ia mendapat tawaran mengejutkan untuk membeli saham Bay Badminton Center.
Meski nilai investasi yang ditawarkan tidak kecil, Febri berani mengambil peluang tersebut.
“Nominalnya memang tidak murah. Saya sanggup, tapi pembayarannya dilakukan bertahap,” katanya.
Kesepakatan pun tercapai. Sejak saat itu, Febri resmi menjadi salah satu pemilik klub bulu tangkis besar di Amerika Serikat.
“Prosesnya tidak mudah, harus kerja keras. Tapi sekarang sudah lunas,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinannya, BBC berkembang pesat. Saat ini, klub tersebut memiliki sekitar 300 atlet aktif dan terus mencetak prestasi di berbagai kompetisi.
Menurut Febri, San Francisco menjadi lokasi strategis untuk mengembangkan bulu tangkis karena banyaknya komunitas Asia yang memiliki minat tinggi terhadap olahraga tersebut.
Kehidupan di Negeri Paman Sam
Kini, Febri menikmati kehidupan yang stabil di Amerika Serikat. Ia tinggal bersama istrinya, Liliana Cindi Arika, dan kedua anaknya.
“Anak pertama lahir di Indonesia lalu ikut ke sini. Yang kedua lahir di Amerika,” tuturnya.
Latar Belakang Sederhana
Di balik kesuksesannya, Febri berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Faridno, bekerja sebagai pegawai Kantor Pos di Surabaya.
Sejak kecil, Febri sudah dikenalkan dengan dunia bulu tangkis. Bakatnya mulai berkembang saat bergabung dengan klub Wima, di bawah asuhan pelatih legendaris Ferry Stewart.
Ferry dikenal sebagai sosok yang juga membina legenda bulu tangkis Indonesia seperti Hendrawan dan Sony Dwi Kuncoro.
Kemampuan Febri terus meningkat hingga ia sempat dikirim Ferry berlatih ke Singapura. Bahkan, ia pernah mendapat tawaran untuk menjadi warga negara Singapura.
Namun, ia menolak dan memilih kembali ke Indonesia.
“Saya memilih pulang dan melanjutkan karier di Wima,” katanya.
Karier di Indonesia hingga Merantau
Di Tanah Air, prestasi Febri terus berkembang. Ia berhasil menjuarai berbagai sirkuit nasional hingga akhirnya masuk Pelatnas Cipayung.
Namun, ia harus menerima kenyataan tersingkir akibat sistem promosi dan degradasi.
Meski demikian, Febri tetap menunjukkan kualitasnya. Ia membawa klub Wima meraih peringkat ketiga Super Liga Bulu Tangkis Indonesia 2014.
Setelah itu, ia memutuskan merantau ke luar negeri untuk mencari peluang baru. Keputusan tersebut menjadi awal perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkannya pada kesuksesan di Amerika Serikat.
Inspirasi dari Ketekunan
Kisah Febriyan Irvannaldy menjadi inspirasi bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.
Dengan kerja keras, keberanian, dan konsistensi, ia mampu menembus batas hingga sukses di kancah internasional.
Dari anak tukang pos di Surabaya, kini ia menjelma menjadi pemilik klub bulu tangkis ternama di Amerika Serikat, sebuah perjalanan hidup yang layak menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia. (jon)

















