Surabaya — Perguruan Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari) terus memperkuat pembinaan dan konsolidasi organisasi sebagai persiapan menuju program kerja tahun 2026. Konsolidasi tersebut diwujudkan melalui Musyawarah dan Penetapan Dewan Guru yang digelar di Citraland, Surabaya, Sabtu (29/11).
Ketua PB Lemkari, Sahbirin Noor atau Paman Birin, mengatakan bahwa penyelarasan program harus dilakukan sejak dini agar arah pembinaan dan pengembangan organisasi berjalan efektif. Ia menegaskan, Dewan Guru akan memiliki peran sentral dalam mengawal kualitas teknik, kurikulum, dan pembinaan di seluruh Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Jeannie Z. Monoarfa, istri almarhum pendiri Lemkari, Saiko Shihan Anton Lesiangi, serta sejumlah pengurus provinsi.
“Musyawarah ini penting untuk memantapkan struktur dan memudahkan pelaksanaan program Lemkari di tahun 2026, termasuk finalisasi Dewan Guru,” ujar Paman Birin.
Ia juga menyampaikan bahwa Lemkari akan semakin memperkuat kegiatan pembinaan sebagai upaya membangkitkan kembali prestasi karate nasional. “Kami berkomitmen menghidupkan kembali semangat bela diri karate di Indonesia. Dewan guru akan menjadi penggerak utama dalam implementasi pembinaan,” tegasnya.
Selain fokus pada pembinaan, Lemkari juga menyiapkan agenda penguatan organisasi di seluruh Indonesia. Program tersebut mencakup pemantapan pelatihan mulai dari tingkat pusat hingga daerah, serta peneguhan kembali nilai-nilai dasar seorang karateka.
“Anggota Lemkari harus kembali pada jati diri sebagai karateka. Disiplin, karakter, dan loyalitas akan menjadi fondasi setiap pelatihan,” tambahnya.
Melalui rangkaian konsolidasi ini, Lemkari optimistis dapat membangun organisasi yang lebih solid dan menghasilkan atlet-atlet karate yang berprestasi di masa mendatang.

















