NEWSSTAND.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa sore ditutup melemah 48,36 poin atau 0,56 persen ke level 8.521,89. Indeks LQ45 juga terkoreksi 6,19 poin atau 0,72 persen ke posisi 857,16.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan pelemahan IHSG terjadi karena aksi profit taking investor. “Bursa Asia bergerak mixed karena investor melakukan aksi ambil untung,” ujarnya.
Sentimen Global
– Pejabat The Fed memberi sinyal ruang pemangkasan suku bunga.
– Presiden The Fed New York, John Williams, membuka peluang penurunan suku bunga.
– Gubernur The Fed, Christopher Waller, menilai pelemahan pasar tenaga kerja AS membuat pemangkasan suku bunga Desember 2025 masuk akal.
– Hubungan dagang AS–China membaik setelah Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump melakukan panggilan telepon.
Sentimen Domestik
– Pertumbuhan kredit Oktober 2025 melambat, menandakan hambatan permintaan.
– Kementerian Keuangan sebelumnya menyuntikkan likuiditas Rp200 triliun pada September 2025.
Pergerakan Sektor
– Menguat: Industri (+3,10%), kesehatan (+1,50%), barang konsumen nonprimer (+0,76%).
– Melemah: Teknologi (−0,46%), barang konsumen primer (−0,46%), barang baku (−0,46%).
Saham Top Gainers & Losers
– Top Gainers: SWID, SEMA, WEHA, DNAR, MEDS.
– Top Losers: SOTS, PURI, SOHO, JSPT, CSIS.
Aktivitas Perdagangan
– Frekuensi: 2,56 juta transaksi.
– Volume: 57,55 miliar lembar saham.
– Nilai: Rp31,26 triliun.
– Rinciannya: 277 saham naik, 364 saham turun, 170 stagnan.
Bursa Asia
– Nikkei naik 33,62 poin (0,07%) ke 48.659,00.
– Shanghai naik 33,26 poin (0,87%) ke 3.870,41.
– Hang Seng naik 178,05 poin (0,69%) ke 25.849,98.
– Straits Times turun 11,00 poin (0,24%) ke 4.485,91.

















