Surabaya – Islam Makhachev kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu petarung paling dominan di UFC. Datang ke pekan pertarungan dengan kondisi fisik penuh luka—termasuk lebam mencolok di mata kanan—petarung asal Dagestan itu justru memperlihatkan ketangguhan luar biasa saat menjalani debutnya di kelas welter.
Dalam duel lima ronde yang berlangsung di Madison Square Garden, New York, Minggu pagi waktu Indonesia, Makhachev tampil tanpa cela dan menundukkan Jack Della Maddalena lewat kemenangan angka mutlak, 50-45 di semua kartu juri. Hasil ini mengantarkannya meraih sabuk juara kedua di UFC dan menempatkannya sebagai petarung ke-11 dalam sejarah yang mampu menguasai dua divisi berbeda. Ia juga menyamai rekor legenda Anderson Silva dengan 16 kemenangan beruntun.
Della Maddalena, yang dikenal sebagai salah satu striker paling eksplosif Australia, sejatinya memiliki keunggulan ukuran tubuh. Namun selisih tersebut tak banyak berpengaruh. Setiap ronde berjalan dengan pola serupa: Makhachev menekan di awal, lawannya mencoba membalas dengan pukulan-pukulan cepat, lalu sang juara melancarkan bantingan keras yang memaksa Della Maddalena bertahan di bawah tekanan grappling elite.
Sektor striking yang digadang-gadang menjadi ancaman terbesar bagi Makhachev ternyata juga tak mampu meretakkan dominasinya. Bahkan, ia hampir mengulang keberhasilan knock-out tendangan hook-head yang memporak-porandakan Alexander Volkanovski pada 2023. Walau kombinasi itu tak mengenai sasaran, upaya tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dalam kemampuan stand-up-nya.
Kemenangan kali ini menjadi salah satu dari sedikit duel dalam 10 tahun terakhir di mana Makhachev tidak mengakhiri pertarungan lewat KO atau submission. Meski demikian, superioritasnya tetap tak terbantahkan. Hingga kini, tampaknya belum ada sosok yang benar-benar mampu memecahkan teka-teki gaya bertarung Makhachev.
“Ini adalah impian yang menjadi kenyataan,” ucapnya seusai laga, dua sabuk juara berada di pundaknya.
“Semua lawan saya tahu apa yang akan saya lakukan, dan tetap saja mereka tak bisa menghentikannya,” tegasnya sebelum meninggalkan oktagon sambil mengambil sebotol air dari meja jurnalis.

















