Kudus – Kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang Bela Diri asal Jawa Timur berhasil menyalip posisi Jawa Tengah di peringkat ketiga setelah pada Jumat (24/10) hari ini mengumpulkan sembilan medali emas dari cabang Wushu dan Jiu-Jitsu.
Perolehan medali sementara pada Jumat (24/10), Jawa Timur menempati posisi ketiga dengan raihan 23 emas, 11 perak, dan 8 perunggu. Jawa Barat masih kokoh di puncak klasemen dengan 30 emas, 14 perak, dan 31 perunggu, disusul DKI Jakarta dengan 27 emas, 17 perak, dan 28 perunggu. Jawa Tengah berada di posisi keempat dengan 20 emas, 28 perak, dan 39 perunggu.
Sembilan emas tersebut disumbangkan dari cabang Wushu yang menyabet enam emas dan dua perak, serta Jiu-Jitsu yang mempersembahkan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.
Jawa Timur masih berpeluang menambah koleksi medali emas dari cabang Karate, Wushu, dan Jiu-Jitsu yang akan dipertandingkan pada Sabtu (25/10) di Djarum Arena.
Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, menyatakan rasa bangga atas perjuangan para atlet Jatim. Ia berharap ketiga cabang tersebut terus mampu menghasilkan emas, mengingat masih ada beberapa nomor unggulan di Wushu, Jiu-Jitsu, dan Karate yang belum selesai dipertandingkan.
“Untuk Jiu-Jitsu semua ditargetkan emas dan sudah ada beberapa yang lolos ke final. Dari empat finalis, tiga berhasil meraih emas, dan kami masih berjuang untuk menambah lagi,” ujar M. Nabil.
Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Jatim, Irmantara Subagio, menambahkan bahwa Jawa Timur masih memiliki peluang besar menambah medali dan mengejar DKI Jakarta yang berada di posisi kedua. “Semoga dengan sisa target yang ada, besok kita bisa melampaui DKI Jakarta,” tuturnya.

















