MALANG – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pencak silat dengan menggelar Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat bertema “Dari Tradisi Menuju Prestasi”. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pelangi, Kota Malang, pada 11-12 Juli 2026 itu diikuti 117 pelatih dan juri dari berbagai pengurus kabupaten/kota serta perguruan pencak silat se-Jawa Timur.
Penataran dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Pengprov IPSI Jatim, Hoslih Abdullah, mewakili Ketua Umum Pengprov IPSI Jatim, Bambang Haryo Soekartono, yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Hoslih menyampaikan salam dari Ketua Umum sekaligus mengajak seluruh peserta memanfaatkan penataran sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas pembinaan pencak silat tradisi di daerah masing-masing.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama penataran ini dapat diterapkan dan disebarluaskan di masing-masing daerah sehingga kualitas pelatih maupun juri festival semakin meningkat,” kata Hoslih.
Ia juga menegaskan, IPSI Jawa Timur telah menargetkan perolehan empat medali emas pada PON 2028. Karena itu, pembinaan atlet maupun peningkatan kompetensi pelatih dan juri harus berjalan beriringan.

Menurut Hoslih, Kejuaraan Provinsi Piala Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 juga akan menjadi salah satu ajang seleksi atlet menuju PON.
Sementara itu, Ketua Panitia, Parso Adiyanto, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta sejak hari pertama pelaksanaan. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan serius, termasuk aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan yang dinilai berkualitas.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Kami berharap semangat itu tetap terjaga hingga hari kedua karena peserta akan langsung mempraktikkan proses penjurian,” ujarnya.
Parso menjelaskan, penataran ini merupakan langkah awal dalam pengembangan festival pencak silat di Jawa Timur. Setelah kegiatan ini, IPSI Jatim telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, di antaranya Kejurprov Piala Gubernur Jawa Timur pada Oktober mendatang, festival pencak silat yang direncanakan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), serta festival di Kota Batu pada Agustus 2026.
Ia menambahkan, sebagian peserta merupakan mantan atlet dan pelatih pencak silat tradisi yang pernah tampil pada ajang ekshibisi kejuaraan dunia. Mereka mengikuti penataran untuk meningkatkan kompetensi agar memenuhi standar nasional hingga internasional.
Pada penataran perdana tersebut, peserta mendapatkan materi dari empat narasumber berpengalaman, yakni Ratna Windyastuti dan Parso Adiyanto yang memiliki lisensi internasional, Gatot Suhartono berlisensi nasional, serta Agus Mardianto yang dikenal sebagai seniman dan budayawan.
Selain menerima materi teori mengenai teknik kepelatihan, aturan penjurian festival, hingga nilai budaya dalam pencak silat tradisi, peserta juga menjalani praktik langsung di atas matras.
Salah seorang peserta, Kusmadiono, berharap keberadaan pelatih dan juri festival pencak silat ke depan memperoleh pengakuan yang setara dengan pelatih dan wasit pencak silat prestasi.
“Harapannya festival pencak silat semakin banyak digelar sehingga pembinaan pencak silat tradisi bisa berkembang sejajar dengan pencak silat prestasi,” ujarnya.
Melalui penataran ini, Pengprov IPSI Jawa Timur berharap lahir pelatih dan juri festival yang profesional, mampu melestarikan nilai-nilai budaya pencak silat, sekaligus mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

















