Surabaya – Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Timur memastikan kesiapan pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat antarkabupaten/kota yang akan digelar pada 17–21 Mei 2026 di Surabaya.
Sebanyak 390 atlet pencak silat dari 38 daerah di Jawa Timur dipastikan ambil bagian dalam ajang perebutan Piala Ketua Umum IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono atau Piala BHS. Kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian penting dalam proses seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Seluruh kategori tanding maupun seni untuk kelas dewasa putra dan putri akan dipertandingkan dalam event tersebut. Kejurprov juga menjadi indikator perkembangan pembinaan atlet pencak silat di masing-masing daerah.
Sekretaris Pengprov IPSI Jatim, Sayid Ridho, mengatakan persiapan pelaksanaan kini sudah hampir rampung. Tingginya antusiasme peserta terlihat dari hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur yang mengirimkan wakil terbaiknya.
“Partisipasi daerah sangat luar biasa. Hanya Kabupaten Kediri yang tidak mengirim atlet. Kejurprov ini menjadi momentum evaluasi pembinaan sekaligus pembentukan kekuatan tim Jatim untuk menghadapi PON,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana KH Sholahudin atau Gus Sholah menegaskan pihaknya akan memastikan kejuaraan berlangsung profesional dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Penyelenggaraan akan dilakukan secara terbuka, profesional, dan fair play. Piala BHS menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh pesilat yang bertanding,” kata Gus Sholah.
Melalui Kejurprov 2026, Pengprov IPSI Jatim berharap mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mempertahankan dominasi prestasi Jawa Timur di level nasional. Selain itu, ajang ini menjadi bagian penting dalam pematangan persiapan menuju PON mendatang.

















